Carian Artikel di sini

Loading...

Wednesday, June 22, 2016

7 Amalan Daripada Ustaz Muhadir Haji Joll

Amal #1: 

Mulai malam 21 sehingga malam terakhir Ramadhan BACA 'at least':
Surah Al-Zalzahah 2x
Surah Al-Kafirun 4x
Surah Al-Ikhlas 3x
Elok tambah surah Yaasin 1x

Sebabnya? Nabi ﷺ menyebutkan dalam hadis yang maksudnya:
“Sekali baca surah Al-Zalzalah itu seolah-olah membaca 1/2 Al-Quran."
“Sekali baca surah Al-Kafirun itu seolah-olah membaca 1/4 Al-Quran."
“Sekali baca surah Al-Ikhlas itu seolah-olah membaca 1/3 Al-Quran.”

Dalam hadis lain disebut: “Siapa baca surah Yaasin seumpama membaca 10x Al-Quran.”

Waktu malam itu dikira bermula selepas Maghrib sehingga sebelum Subuh. Kalau mampu baca surah juga surah Al-Ikhlas 200x.

Dalam beramal ingat 2 perkara:
Matlub: Apa yang dituntut dalam beramal ialah:
ikhlas, yakin dan istiqamah
Mauhub: Pemberian berupa pahala/qaramah/etc itu urusan Allah سبحانه و تعالى
Kita selesaikan bahagian pertama (matlub) saja!

Usahakan lepas solat baca Al-Quran, walaupun sedikit. Usahakan juga untuk baca begini pada hari biasa Ramadhan (siang). Tapi pada 10 Ramadhan terakhir, baca siang DAN malam.


Amal #2: 

Bacaan ketika Azan:
Lepas Muazzin baca “Ashadu an lailaahaillallah”, jawab sama.
Lepas Muazzin baca “Ashadu an Muhammadar Rasulullah” jawab sama.
KEMUDIAN tambah:
“Wa ana ashhadu an lailahaillallah, wahdahu la syarikalah, wa ashadu anna Muhammadar Rasulullah. Rodhitu billahhi robba, wa biMuhamaddin Nabiyya, wa biislami dina.”


Amal #3: 

Lepas azan habis - SELAWAT dulu baru baca doa lepas azan. Rasulullah ﷺ berkata: “Siapa yang selawat padaku selepas azan, halal baginya syafaatku.”
Nak selawat apa pun boleh - ummiyi atau yang biasa pun boleh.


Amal #4:

Jangan tinggal solat sunat Fajar. Jangan tinggal solat Subuh berjemaah sebab itu seumpama seseorang itu qiyam sepanjang malam.
Bacaan untuk rakaat 1 dan 2, boleh gilir-gilir daripada set berikut:
Set 1: Al-Kafirin dan Al-Ikhlas
Nabi ﷺ suka baca 2 surah ini untuk solat ini.
Set 2: Al-Inshirah dan Al-Fiil
Ulama sebut siapa baca ‘alam nashrah…’ dengan ‘alam tarokai,,’ tak ada apa boleh menyakiti dia hari itu (~ daily perisai)
Set 3: Surah Al-Qadr dan Al-Fiil


Amal #5:

Lepas salam selesai solat, JANGAN TINGGALKAN walau sibuk macam mana untuk baca Subhanallah 33x, Alhamdulillah 33x, Allahu Akbar 33x, tambah dengan ‘La ilahaillallah wahdahu la syarikalah, lahul mulku walahulhamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qodir’.


Amal #6:

Lepas solat Subuh, baca doa berikut:
“Allahumma inni asaluka ‘ilman nafi’a, warizqan toyyiban, wa ‘amalan solehan mutaqabbalan.
Kita mohon: Ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halah - perhatikan dengan siapa kita beli makanan. Jangan tinggal solat Dhuha, kalau 'uzur' sekalipun, jangan tinggal membaca doanya.


Amal #7: 

WAJIB sedekah selepas Subuh untuk dapat doa malaikat
IMMEDIATELY lepas Subuh, jangan lewatkan atau tunggu sampai Dhuha.


‘EXTRA’:
Kalau nampak ular hitam -> jangan terus pukul sebab ada kemungkinan itu jelmaan jin. Baca “Salamun ‘ala Nuhin fil ‘alamin” - baca 3x, kalau itu jin, ia akan keluar.

Guru ustaz ada juga mengajar bacaan sama kalau nak masuk dalam hutan atau sungai -> peluk tubuh dan baca - “Salamun ‘ala Nuhin fil ‘alamin” (3x), InshaAllah takkan diganggu binatang/dsb.
~ Silakan SHARE. Semoga bermanfaat. ~

‪#‎ramadhan‬ ‪#‎amalan‬ ‪#‎zikir‬ ‪#‎ilmu‬ ‪#‎ustazmuhadirhajijoll‬
- disunting daripada kuliah Muslimat Ustaz Muhadir Bin Haji Joll Masjid At-Taqwa TTDI 19062016.

Rezeki Barakah Vs Rezeki yang Melimpah Ruah.

Nabi ﷺ memerintahkan kita menjilati jari setelah makan dan membersihkan makanan apa yang ada di piring dan mengatakan:

"Kalian tidak tahu di bagian mana dari makanan terdapat berkah" Dalam riwayat lain beliau ﷺ berkata,

"Ketika sepotong makananmu jatuh, Kalian harus mengambilnya dan membersihkan kotoran dan kemudian memakannya; dan tidak meninggalkannya untuk Setan; sebab Anda tidak tahu di bagian mana dari makanan terletak berkah".

Orang tidak lagi memahami makna dari "berkah". Kecerdasan mereka tidak menggapai hal yang disebut berkah atau berkat. berkah apa yang mereka katakan?

Mereka tidak mengerti. Indera mereka telah menjadi mati rasa dalam mempersepsikan berkat.
Padahal generasi sebelumnya, sangat mementingkan urusan berkat ini. Mereka tahu bahwa memiliki sedikit tapi berkah itu lebih penting daripada memiliki berlimpah tanpa berkah.

Mereka tahu bahwa berkah itu lebih penting daripada kualitas, mereka tahu bahwa berkah itu lebih penting daripada aspek lahiriah.

Saat ini orang hanya menghargai materi, mereka memahami kuantitas dan kualitas luar saja, tetapi tidak untuk barakah yang ada didalam nya, Persepsi mereka tentang kenyataan ini telah menjadi mati rasa karena mereka telah menjauhkan diri dari orang-orang suci dan shaleh dan orang-orang yang mengamalkan ajaran Quran.

Pernah ada satu orang yang shaleh, miskin dan membutuhkan uang.
Beliau diberitahu lewat mimpi bahwa ada seribu dirham sedang menunggu dia di suatu tempat, Dan ia bertanya; "Apakah ada berkah di dalamnya?
(Yaitu, dalam dirham itu), saat dikatakan bahwa tidak ada berkah di dalam uang itu. dia menjawab, "Kalau begitu aku tidak perlu uang itu!"

Pada malam kedua ia memiliki mimpi yang sama di mana ia diberitahu ada tempat tertentu di mana ia akan menemukan 100 dirham.
Dia bertanya "Apakah ada berkah di dalamnya?"
Dia diberitahu tidak ada berkah di dalamnya dan ia kembali mengatakan dia tidak butuh uang itu,

Pada malam ketiga ia diberitahu dalam mimpi bahwa di tempat tertentu ada 10 dirham menunggunya, dan ia bertanya apakah ada berkah di dalamnya. Dia diberitahu tidak ada berkah di dalamnya, dan lagi-lagi ia menolak itu.

Kemudian pada malam keempat ia diberitahu dalam mimpi bahwa ada dua dirham menunggunya di suatu tempat dan dia bertanya apakah ada berkah di dalamnya. Dan dia diberitahu, 'ya ada berkah di dalamnya!'.

Dan pada akhirnya ia mengatakan bahwa ia ingin dua dirham itu.
Keesokan paginya ia mengatakan seluruh cerita kepada istrinya. Istrinya bukan salah satu dari mereka yang menghargai berkah, jadi dia mulai mengkritik nya dan mengatakan, "Bagaimana Anda menolak seribu dirham untuk dua dirham? Seharusnya anda memilih yang seribu dirham!".
dia menjawab!; "Tidak, saya tidak ingin seribu dirham tanpa berkah. Saya ingin dua dirham yang halal dan yang memiliki berkah.

"Lalu ia pergi dan mendapatkan dua dirham sesuai petunjuk mimpi dan dalam perjalanan pulang ia bertemu penjual ikan yang menjual ikan di jalanan. Beliau membeli ikan seharga dua dirham, jadi dia membayar dua dirham dan dia membawa pulang ikan itu ke rumah, Ketika ia tiba di rumah, ia memotong ikan dan ditemukan di dalam perut ikan beberapa perhiasan berharga ribuan dirham!

Allah telah membuatnya jadi orang kaya berdasarkan dari barakah dalam dua dirham. Ini adalah manifestasi dari bagaimana sejumlah kecil dengan berkah jauh lebih baik dari jumlah besar tanpa barakah!

Nabi ﷺ selalu berdoa memohon berkah di hari-harinya, malam malamnya, makanannya, minumannya, pakaiannya, istri-istrinya, dan dalam segala hal!, Semuanya berkisar berkah. Barakah adalah aliran Ilahi yang akan memungkinkan dia untuk mencapai tujuannya dan akan menangkal kesengsaraan.

Dan Nabi ﷺ adalah air mancur barakah.
Para sahabat mengambil berkah darinya pada berbagai kesempatan.
Itu bisa di liat dari hadits hadits bagaimana sahabat berebutan berkah dari air bekas wudu beliau, atau ketika beliau mencukur rambutnya, mereka para sahabat berebutan mengambil dan menyimpan potongan rambutnya untuk mencari berkah, dan bahkan orang-orang kafir pun tahu apa barakah itu!

Dalam cerita, Nabi ﷺ dalam salah satu perjalanannya berhenti di sebuah Kemah Umm Mabad mencari minuman dan makanan.
(Umm Mabad dan suaminya, Abu Mabad yang bukan dari orang-orang beriman pada saat itu.)
Nabi ﷺ diberitahu bahwa mereka menghadapi kekeringan parah, yang tersisa hanya kambing yang kurus dan tidak memproduksi susu apapun.

Nabi ﷺ meminta izin untuk memerah susu kambing sendiri, dan secara ajaib kambing itu ternyata mengeluarkan banyak susu, cukup untuk memberi minum untuk semua teman-temannya hingga kenyang, juga untuk keluarga Umm Mabad dan setelah itu masih meninggalkan kambing dengan penuh susu. Kambing itu setelah kepergian Nabi dan sahabatnya tetap dan terus menerus menghasilkan susu yang berlimpah..

Ketika Abu Mabad kembali, ia terkejut menemukan banyak susu di kemahnya.
Ia bertanya pada istrinya dari mana mendapat susu itu. Umm Mabad menjawab bahwa orang yang "diberkati" telah datang memerah kambing.

Dan dia menggambarkan keadaan Nabi ﷺ kepada suaminya; penampilannya, sopan santun, senyum dan kelembutannya. Dan ketika dia selesai menjelaskan kepadanya, Abu Mabad berkata, "Itu pasti orang Quraisy!"

Dan setelah hari itu setiap kali mereka menyebut nama nabi ﷺ, mereka akan menyebutkan dia sebagai Manusia yang "diberkati" dan mereka akan menyebutkan hari itu sebagai, "hari orang diberkati datang".

Mereka bukan Muslim, tapi mereka tahu bagaimana mengenali berkah.(keluarga Abu Mabad sekeluarga menjadi Muslim beberapa waktu kemudian)..
اللّهمّ صلِّ على سيّدنا محمّدٍ وآله
وصحْبه وسلِّم
======Sayyidi Habib Umar bin Hafidz====

Artikel-Artikel Lain

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Terjemahan Bacaan AL-Quran Untuk Dihayati Bersama

Listen to Quran